Adsense

Sabtu, 06 Februari 2010

PERTANYAAN SAAT WAWANCARA KERJA

Berikut ini contoh pertanyaan yang di ajukan dalam wawancara:



. Motivasi

Pertanyaan yang dapat menggali aspek motivasi antara lain :

1. Mengapa anda memutuskan untuk melamar pekerjaan di perusahaan ini ?
2. Apa yang membuat anda menjadi tertarik dengan perusahaan ini ?
3. Tanggung jawab apa yang anda anggap penting dalam pekerjaan ?
4. Tantangan apa yang anda cari dalam pekerjaan ?
5. Sebutkan dua hal yang memotivasi anda dalam bekerja.
6. Apa yang dapat memotivasi anda dalam kehidupan pribadi anda ?
7. Apa yang dapat memotivasi anda dalam menyelesaikan tugas yang sulit ?
8. Apa yang dapat memotivasi anda agar menjadi sukses dalam pekerjaan ?
9. Apa alasan anda keluar dari perusahaan sebelumnya ?
10. Apa yang membuat anda keluar dari perusahaan sebelumnya ?
11. Selama perjalanan karir anda, posisi mana yang paling anda sukai ?
12. Mengapa anda ingin mengubah karir ? (bila yang bersangkutan berpindah profesi/karir)
13. Apa arti bekerja bagi anda ?
2. Ketahanan Terhadap Tekanan (Stres)

Pertanyaan yang dapat menggali aspek ketahanan terhadap tekanan/stres antara lain :

1. Apakah anda dapat bekerja di bawah tekanan ?
2. Pernahkan anda bekerja di bawah tekanan ? Ceritakan bagaimana anda menyikapinya?
3. Dalam lingkungan kerja seperti apa anda merasa nyaman ? (Terstruktur atau tidak ?)
4. Seandainya ada konsumen yang marah karena hal yang bukan dilakukan anda, bagaimana anda menyikapinya ?
5. Bagaimana anda menyikapi kritik yang diberikan kepada anda ?
6. Seandainya anda mendapatkan pekerjaan yang tidak anda harapkan, apa yang akan anda lakukan ?
7. Apa yang anda anggap sebagai hal yang berat untuk dilakukan dalam pekerjaan ?
8. Seandainya anda dihadapkan dengan dua tugas yang harus diselesaikan pada saat yang bersamaan, apa yang akan anda lakukan ?
9. Masalah terbesar apa yang pernah anda hadapi ? Bagaimana anda mengatasinya ?
3. Inisiatif

Pertanyaan yang dapat menggali aspek inisiatif antara lain :

1. Apa yang anda ketahui tentang perusahaan ini ? Dan darimana serta bagaimana anda mengetahuinya ?
2. Kriteria apa yang anda gunakan untuk mengevaluasi perusahaan yang anda harapkan menjadi tempat kerja anda ?
3. Ceritakan mengenai pendidikan dan pelatihan yang pernah anda ikuti.
4. Bagaimana anda mendapatkan pekerjaan selama ini ? (Apakah melalui iklan, referensi, dsb) – untuk yang sudah pernah bekerja.
4. Sikap kerja

Pertanyaan yang dapat menggali aspek sikap kerja antara lain :

1. Seandainya anda ditempatkan di cabang perusahaan yang jauh dari lokasi anda, bagaimana anda menyikapinya ?
2. Seandainya ada pengalihan tanggung jawab pada pekerjaan yang anda pegang, bagaimana anda menyikapinya ?
3. Ceritakan mengenai pengalaman kerja anda. (untuk yang sudah bekerja)
4. Apa tanggung jawab anda pada posisi tersebut ? (untuk yang sudah bekerja)
5. Kepercayaan Diri

Pertanyaan yang dapat menggali aspek kepercayaan diri antara lain :

1. Menurut anda, apa definisi/arti kesuksesan ? Dan seberapa besar pengaruhnya bagi anda ?
2. Menurut anda, apa definisi/arti kegagalan ? Dan seberapa besar pengaruhnya bagi anda ?
3. Jelaskan ukuran/standar kesuksesan bagi anda.
4. Pekerjaan apa yang telah anda selesaikan dengan sukses ?
5. Apa peran anda dalam kesuksesan tersebut ?
6. Bagaimana anda memandang diri sendiri saat ini ? Apakah sudah sukses ?
6. Kemampuan Berpikir Analitis

Termasuk di dalam kemampuan berpikir analitis adalah “Kemampuan Memecahkan Masalah” (problem solving) dan “Kemampuan Membuat Keputusan” (decision making).

Pertanyaan yang dapat menggali aspek kemampuan berpikir analitis antara lain :

1. Masalah tersulit apa yang pernah anda alami ? Apa yang anda lakukan ? Bagaimana penyelesaiannya ?
2. Hambatan atau kendala apa yang ditemukan selama kuliah atau belajar ? Bagaimana cara mengatasinya ?
3. Ceritakan mengenai persoalan yang pernah anda pecahkan.
4. Ceritakan situasi dimana anda pernah memiliki masalah dengan pengambilan keputusan.
5. Ceritakan dimana anda harus membuat suatu keputusan.
6. Ceritakan bagaimana anda pernah memecahkan masalah yang sulit.
7. Ceritakan mengenai permasalahan yang paling sering anda hadapi dalam pekerjaan.
8. Apakah anda pernah menyelesaikan suatu permasalahan bersama-sama rekan ? Apa peran anda dalam menyelesaikan masalah tersebut ?
9. Apakah anda pernah diminta untuk menyelesaikan beberapa tugas dalam suatu waktu ? Apa yang anda lakukan ?
10. Bagaimana anda menyelesaikan suatu permasalahan yang muncul tiba-tiba ?
11. Bagaimana anda mengidentifikasikan kedatangan suatu masalah ?
12. Bagaimana anda membuat suatu keputusan penting ?
13. Bagaimana anda memecahkan masalah ?
14. Dalam situasi atau kondisi seperti apa, anda memiliki kemungkinan paling besar untuk berbuat kesalahan ?
15. Keputusan apa yang terasa sulit bagi anda ? Berikan Contohnya !
16. Menurut anda, faktor apa yang paling menentukan suksesnya seseorang ?
17. Apa yang anda lakukan saat dihadapkan dengan pengambilan keputusan yang penting ?
18. Apa yang anda lakukan saat kesulitan atau tidak dapat memecahkan persoalan yang anda hadapi ?
19. Keputusan tersulit apa yang telah anda buat selama tiga tahun terakhir ?
20. Kapan anda memutuskan untuk berhenti berusaha memecahkan suatu persoalan yang sulit ?
7. Kemampuan Pencapaian Keberhasilan (Achievement)

Pertanyaan yang dapat menggali aspek kemampuan pencapaian keberhasilan antara lain :

1. Apakah anda senang mengerjakan pekerjaan/proyek yang sulit ?
2. Apakah anda mempunyai prestasi yang dibanggakan ? Ceritakan !
3. Apakah anda memiliki inisiatif ? Bagaimana anda menunjukkan hal tersebut ? Ceritakan satu contoh inisiatif yang telah anda ambil.
4. Apakah anda pernah menyelesaikan persoalan yang sulit ? Atau yang sebelumnya anda pikir tidak dapat anda selesaikan ?
5. Bagaimana anda menunjukkan keinginan (willingness) untuk bekerja ?
6. Sebutkan prestasi yang pernah anda capai dalam pekerjaan atau masa kuliah/sekolah !
7. Sebutkan lima pencapaian terbesar dalam hidup anda !
8. Apa kegagalan terbesar yang pernah anda alami ? Kekecewaan apa yang anda alami ?
9. Bagaimana anda mengatasi perasaan tersebut ? Dan mengatasi kegagalan tersebut ?
10. Hal atau lingkungan seperti apa yang paling mendorong anda dalam bekerja ?
11. Menurut anda, apa tantangan terbesar dalam pekerjaan ?
12. Sebutkan bagian dari pekerjaan yang paling menantang dan yang paling tidak menantang.
13. Apakah anda termasuk orang yang berani dalam mengambil risiko ?
14. Berdasarkan pengalaman anda, ceritakan secara rinci dalam hal apa anda mengambil risiko untuk menyelesaikan suatu tugas ?
15. Mengapa anda mengambil risiko tersebut ?
16. Risiko apa yang anda hadapi saat mengajukan suatu usulan ?
17. Prestasi apa yang pernah anda dapatkan di sekolah yang tidak dapat anda lupakan ?
18. Prestasi apa yang pernah anda capai dalam bekerja yang mendapatkan penghargaan dari pimpinan atau perusahaan ? (baik penghargaan lisan ataupun penghargaan tertulis atau materi).
8. Aspirasi Diri

Pertanyaan yang dapat menggali aspek aspirasi diri antara lain :

1. Mata kuliah (mata pelajaran) apa yang paling anda senangi ? Mata kuliah (mata pelajaran) apa yang paling anda tidak senangi ? Kenapa ?
2. Apa cita-cita anda ketika lulus sekolah ? Ketika lulus kuliah ?
3. Apakah anda berniat melanjutkan sekolah ? Berniat melanjutkan kuliah ?
4. Menurut anda, apakah nilai anda merupakan indikasi terbaik untuk hasil akademik anda ?
5. Kenapa kami harus memilih anda ?
6. Bisakah anda menyebutkan lima kelebihan dan lima kekurangan anda ?
7. Bagaimana pendapat anda mengenai perusahaan ini ?
9. Kelemahan Diri

Pertanyaan yang dapat menggali aspek kelemahan diri antara lain :

1. Apakah anda telah mencapai semua target yang telah anda tetapkan ? Bila tidak, mengapa ?
2. Bagaimana anda mengatasi kegagalan dalam pencapaian target tersebut ?
3. Kelemahan apa yang muncul saat anda dihadapkan pada tugas yang sulit ?
10. Sosialisasi

Pertanyaan yang dapat menggali aspek sosialisasi antara lain :

1. Ceritakan kegiatan anda di waktu senggang.
2. Kegiatan apa yang anda ikuti di lingkungan anda ?
3. Seandainya anda menjadi anggota suatu organisasi, maka kegiatan apa dan peran apa yang akan anda lakukan dalam organisasi tersebut ?
4. Selain belajar, kegiatan apa saja yang anda ikuti saat masih kuliah atau sekolah ? Posisi apa yang anda pegang ?
11. Kemandirian

Pertanyaan yang dapat menggali aspek kemandirian antara lain :

1. Ceritakan keputusan-keputusan penting dalam hidup anda, yang anda anggap sebagai keputusan anda sendiri. Juga ceritakan keputusan penting yang anda anggap bukan keputusan anda sendiri.
2. Mengapa anda memilih jurusan …. ?
3. Dalam pengambilan suatu keputusan, siapa yang berpengaruh dalam diri anda ?
4. Dalam hal-hal apa saja orang-orang tersebut anda sertakan ?
12. Kepemimpinan

Pertanyaan yang dapat menggali aspek kepemimpinan antara lain :

1. Sebutkan kepribadian yang anda miliki yang mencerminkan kemampuan memimpin.
2. Menurut anda, kualitas apa yang dibutuhkan seorang pemimpin ?
3. Apa yang paling menjadi tantangan bagi seorang pemimpin ?
4. Bagaimana cara anda mendelegasikan suatu tanggung jawab ?
5. Apakah anda membutuhka pengawas dalam bekerja ?
6. Bagaimana cara anda membuat suatu rencana kerja ?
7. Bagaimana cara anda memberikan teguran atau mendisiplinkan bawahan anda ?
8. Seandainya ada bawahan anda yang melanggar aturan perusahaan, bagaimana anda menghadapinya ?
9. Atasan seperti apa yang anda harapkan ?
10. Seandainya anda kelebihan beban kerja, apa yang akan anda lakukan ?
11. Bagaimana cara anda untuk memotivasi sesorang ?
12. Atasan seperti apa yang menurut anda sulit untuk diajak kerja sama ?
13. Bawahan seperti apa yang menurut anda sulit untuk diajak kerja sama ?
14. Atasan seperti apa yang menurut anda tidak adil ?
15. Seandainya anda membuat suatu kebijakan, kemudian bawahan anda banyak yang menentangnya, bagaimana anda mengatasinya ?

Sumber : gilland-ganesha.com, buku “Sukses Mendapatkan Pekerjaan” – Anna T. Yuniarti, S.Psi.

Nah itu tadi contoh beberapa pertanyaan dalam wawancara, semoga anda bisa menjawabnya………..

Seterusnya.... »»

Sabtu, 30 Januari 2010

ALASAN PRIA BELUM SIAP MENIKAH

by hyper-custom

BINGUNG dengan sikap si dia yang sering tarik-ulur dalam menjalin hubungan? Jika sudah menyangkut urusan pernikahan, menemukan seseorang sebagai belahan jiwa yang cocok untuknya belum cukup bagi seorang lelaki untuk melontarkan kalimat lamaran. Lantas, apa yang sebenarnya mereka cari?

Menurut Alon Gratch, Ph.D., psikolog klinis sekaligus penulis buku If Men Could Talk, faktor utama yang menjadi pertimbangan lelaki sebelum memutuskan untuk mengarungi kehidupan berumah tangga adalah kesiapannya. Sebanyak 49 persen lelaki menolak menikah karena merasa belum menemukan pasangan yang tepat, sementara sisanya merasa belum siap berkomitmen.

Faktanya, sebanyak 81 persen lelaki menikah yang diwawancarai National Marriage Project mengaku, salah satu alasan yang menyebabkan mereka memutuskan untuk menikah adalah karena itu merupakan waktu yang tepat untuk berumah tangga. Jika seorang lelaki belum merasa siap, jangan harap dirinya muncul sambil menyodorkan kotak cincin pertunangan ke hadapan Anda.

Berikut ini adalah empat alasan yang menyebabkan lelaki menolak berkomitmen lebih jauh dalam sebuah ikatan pernikahan:

Mencari kesempurnaan
Kita semua mengetahui tidak ada satu orang pun yang sempurna di dunia ini, sehinga tidak ada pula satu hubungan pun yang sempurna. Akan tetapi, sering kali diperlukan kedewasaan cara berpikir dan pengalaman untuk benar-benar memercayai konsep tersebut. Tidak sedikit lelaki yang memutuskan meninggalkan kekasihnya karena merasa bisa mendapatkan seseorang yang lebih baik, yang lebih sempurna. Namun, pada akhirnya mereka akan menyadari kesempurnaan merupakan sesuatu yang mustahil ditemukan.

Memiliki harapan yang tidak realistis menghalangi lelaki untuk benar-benar terhubung dengan pasangannya. Ketika seorang lelaki belum siap membuka hati kepada seorang perempuan, secara sadar maupun tidak sadar dirinya akan berusaha menemukan kekurangan yang dimiliki pasangannya untuk menciptakan jarak di antara mereka. Ketidaksempurnaan itulah yang kemudian digunakannya sebagai alasan untuk mengakhiri hubungan cinta.

Tidak percaya komitmen
Meskipun seorang lelaki mengatakan dirinya siap untuk sebuah hubungan jangka panjang, Anda tidak akan pernah bisa mengukur kesungguhannya hingga menghadapi ''kerikil-kerikil'' kecil yang mengguncang hubungan. Jika dirinya tidak benar-benar siap, dia tidak akan mampu mengatasi aspek negatif tersebut.

Lelaki yang benar-benar siap untuk sebuah ikatan akan mencoba menyelesaikan masalah apapun yang dihadapinya dalam hubungan.Namun, bukan berarti dirinya tidak pernah memikirkan kemungkinan untuk meninggalkan Anda. Akan tetapi, pada akhirnya dia menyadari bahwa hubungan tersebut merupakan prioritas utama baginya, sehingga ketidaknyamanan apapun yang harus ditahannya selama mengatasi persoalan tersebut dianggap sepadan.

Ambisi pribadi
Meskipun stereotip yang membagi peran gender saat ini sudah semakin melonggar dan kaum lelaki tidak diharapkan lagi menjadi satu-satunya pencari nafkah, jauh di dalam hatinya masih banyak lelaki yang merasa khawatir bahwa mereka seharusnya mampu menjadi tumpuan hidup keluarga kelak. Selain itu, tidak dapat dipungkiri pula bahwa banyak perempuan yang masih mengharapkan hal tersebut.

Jadi, jika lelaki merasa dirinya tidak dapat mewujudkan harapan dirinya atau pasangannya, kemungkinan besar dia akan menolak untuk terlibat secara serius untuk menghindari perasaan tidak mampu. Hal itu dilakukan sebagai salah satu cara untuk melindungi egonya. Berdasarkan survei National Marriage Project, sebanyak 47 persen lelaki setuju tidak akan menikah sebelum sanggup memiliki rumah sendiri, dan sebanyak 40 persen lelaki ingin bisa melangsungkan pesta pernikahan yang indah.

Namun, uang bukan satu-satunya alasan. Jika sang lelaki mengerahkan terlalu banyak energi dan waktu untuk mengejar tujuan lainnya, seperti naik jabatan atau mengejar karier, tidak ada apa pun yang bisa ditawarkannya kepada kekasih, baik secara fisik maupun emosional. Romantika menjadi hal terakhir yang akan dicemaskannya.

Masih ingin bermain
Tidak ada ukuran spesifik mengenai usia berapa seorang lelaki dikatakan siap menikah. Sama halnya dengan proses pendewasaan mereka yang juga berbeda-beda tingkatan. Akan tetapi, setelah merangkak dari satu hubungan cinta ke hubungan cinta lainnya, pada akhirnya mereka menyadari hasrat akan sebuah ikatan yang lebih dalam dengan seseorang.

Biasanya, kesadaran tersebut merasuki setelah sebagian besar teman sesama lelakinya mulai menjalani hubungan yang serius dan mapan, sehingga semakin sulit baginya untuk menemukan teman untuk berhura-hura. Hal ini akan membuatnya becermin mengenai kehidupan asmara dan apa yang benar-benar diinginkannya dalam kehidupan. Meskipun hidup melajang bisa seru dan menyenangkan, sering kali ada suatu bagian yang rasanya hilang. Pada saat itulah seorang lelaki ingin menemukan belahan jiwanya untuk melengkapi dirinya.

Seterusnya.... »»
Related Posts with Thumbnails

Soccer

KLIK PADA BENDERA UNTUK MELIHAT KLASEMEN SEMENTARA LIGA INGGRIS
KLIK PADA LAPANGAN UNTUK MELIHAT JADWAL DAN SKOR TERAKHIR PERTANDINGAN BOLA DI SELURUH DUNIA